UB FOREST

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Sejarah UB Forest

10 - 01 - 2015 admin



Hutan Pendidikan KHDTK UB Forest adalah hutan yang dijadikan untuk keperluan penelitian dan pengembangan multidisiplin di lingkunagn UB. Hutan ini didesain untuk proses belajar dan mengajar yang berorientasi ke alam dan masyarakat. Kegiatan pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang mengacu kepada prinsip facilitating, empowering and enabling, yang bertujuan membuat mahasiswa menjadi peserta didik yang aktif dan menyatu dengan alam. Pembelajaran merupakan salah satu proses pengembangan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan merancang pengetahuan baru sebagai dampak dari peningkatan penguasaan dan pengembangan materi perkuliahan, selaran dengan Visi dan Misi Universitas Brawijaya. Hutan Pendidikan merupakan satu aspek penting dalam peningkatan pembelajaran yang menyatu dengan alam. Sejumlah aspek yang lain dan terkait dengan peningkatan kinerja pembelajaran antara lain adalah metoda pendidikan yang inovatif, dosen berkualitas, serta ketersediaan ruangan dengan fasilitas pengajaran yang memadai. Selain itu, guna menciptakan suatu proses belajar-mengajar yang efektif, maka evaluasi dan pemantauan perlu dilakukan secara seksama dan berkesinambungan. Upaya peningkatan tersebut selayaknya diimbangi dengan penyedian sarana dan prasarana sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan kegiatan, dalam kaitan ini adalah hutan pendidikan dengan pemanfaatan untuk multidisiplin.

Pengembangan kampus Universitas Brawijaya, kebutuhan ketersediaan kawasan yang luas sangat diperlukan. Pada tanggal 31 Desember 2015, Universitas Brawijaya memperoleh hak pengelolaan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 544,74 hektar. Hutan tersebut terdiri dari hutan produksi dan hutan lindung. Hutan produksi di kawasan KHDTK UB Forest terdiri dari tanaman pinus dan Mahoni yang terletak di Lereng Gunung Arjuna. Kawasan ini menjadi sarana pembelajaran langsung, dimana untuk program studi terkait dapat melakukan penelitian dan kegiatan belajar yang di tunjang dengan ruangan laboratorium lapang. Pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, baik jumlah maupun kualitasnya mutlak diperlukan guna menyediakan layanan pendidikan bermutu untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di pasar kerja. Terlebih dalam rangka meningkatkan status akreditasi dan menarik minat lebih banyak calon mahasiswa, maka kecukupan sarana dan prasarana pendidikan perlu mendapat perhatian dan diprioritaskan pengembangannya. Sasaran dalam rangka pengembangan lahan kampus ini adalah meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif untuk keberlangsungan kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketersedian Hutan Pendidikan yang diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sangat berarti untuk UB. Tahun 2017 adalah tahun penting yaitu diadakannya acara HMPI (Hari Menanam Pohon Indonesia) dan BMN (Bulan Menanam Nasional). Selain itu pada tanggal 5 Januari 2017, UB Forest mengadakan acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun UB Forest yang kedua. Dalam acara tersebut, UB Forest melakukan penanaman vetiver dan penyuluhan kesehatan untuk warga sekitar.